Selasa, 31 Oktober 2017

Kisah buaya mulut menganga ketuk-ketuk rumah ini bikin merinding

Septika Shidqiyyah
Kisah buaya mulut menganga ketuk-ketuk rumah ini bikin merinding
Buaya-buaya buas ini bikin warga siaga.



Brilio.net - Ancaman serangan buaya makin membuat takut masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Bukan apa-apa, buaya di sana sudah mampir dan naik sampai ke depan pintu rumah warga.

"Seperti kejadian di rumah Pak Sugian dan Bu Enor, buaya naik sampai depan rumah. Saat tengah malam, terdengar suara seperti orang mengetuk pintu, begitu dibuka, ternyata buaya menganga. Pemilik rumah lari ke dalam, untungnya buayanya juga mencebur ke sungai. Suara ketukan itu diduga berasal dari kibasan ekor buaya ke pintu," kata Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami, di Sampit, beberapa waktu lalu.


Kemunculan buaya di Sungai Mentaya dekat permukiman, makin sering. Beberapa hari terakhir, buaya muncul malam hari saat air sungai pasang sehingga predator ganas itu dengan mudah naik ke bantaran sungai. Bahkan naik ke pelataran rumah warga di pinggir sungai.

Buaya-buaya muara itu diduga mengincar ternak milik warga, di antaranya ayam dan itik. Namun dikhawatirkan, konflik buaya dengan manusia tidak terhindarkan jika buaya makin sering masuk ke permukiman penduduk.

Saat ini sebagian masyarakat makin berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Beberapa warga bahkan mulai membuat toilet di darat karena takut diserang buaya saat di sungai, khususnya pada malam hari.


Mashami menegaskan, ancaman serangan buaya tidak bisa dianggap sepele. Apalagi kini buaya makin sering muncul di sekitar permukiman. Dulu, buaya sangat jarang terlihat, paling sekitar tiga bulan sekali, namun kini hampir tiap hari ada laporan warga yang melihat buaya muncul.

"Tadi malam ada lagi warga Desa Hanaut yang melaporkan melihat buaya muncul dekat rumah mereka. Dua hari lalu ada empat buaya berjejer di pinggir sungai saat surut. Buaya ukuran dua meter itu sudah termasuk kategori berbahaya karena bisa memangsa manusia," kata dia dikutip Antara.


Senin, 30 Oktober 2017

Lamar gadis pakai uang Rp 12 juta, nasib pria ini berujung tragis

Saya menawarkan uang sekitar Rp 8 juta, tapi ibunya menginginkan uang sekitar Rp 20 juta," ujar Moontham.


Brilio.net - Berkenalan dengan orang baru memang menyenangkan. Namun sebaiknya jangan mudah percaya begitu saja. Apalagi kalau ujung-ujungnya merugikan diri sendiri.

Sama halnya yang dirasakan oleh pria asal Thailand bernama Boonchuay Moontham. Awalnya ia merasa senang telah berkenalan dengan seorang gadis cantik dan langsung merasa jatuh cinta, namun sayang kenyataannya dia malah mengalami nasib yang apes.

Dikutip brilio.net dari Worldofbuzz, Boonchuay Moontham merupakan seorang karyawan pabrik. Suatu hari, pada tanggal 3 September, ia bertemu dengan gadis bernama Arisa di sebuah pasar di daerah Nava Noakorn, Thailand.


Moontham langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Arisa. Tak mau menunggu lama, ia kemudian mengajak Arisa berkenalan dan pergi kencan.

Sejak saat itu, mereka mulai saling bertemu dan tak lama kemudian Arisa mengenalkan Moontham pada orang tuanya. Tampaknya Arisa tak mau berlama-lama menjalin hubungan dengan Moontham.




Bahkan keluarganya saja membuat permintaan mengejutkan pada Moontham. Untuk membuktikan bahwa Moontham serius dengan hubungan tersebut, dia diminta untuk melamar Arisa jika ingin terus berkencan dengannya.

Aksi Pencurian di KA Terekam CCTV
Astaga ini pencuri beraksi di kereta api eksekutif. Selalu hati-hati dan waspada ya Guys.

"Saya menawarkan uang sekitar Rp 8 juta, tapi ibunya menginginkan uang sekitar Rp 20 juta. Jadi saya menerima namun akhirnya hanya menarik uang sekitar Rp 12 juta dari rekening bank milik saya. Kami pun akhirnya bertunangan pada 24 September," kata Moontham.


Namun siapa sangka, tepat sehari setelah tunangan, sikap Arisa benar-benar berubah. Ia tak pernah muncul lagi dan hanya akan berbicara kepada Moontham melalui telepon atau aplikasi chatting Line.

Padahal Moontham dijanjikan oleh keluarga Arisa bisa pindah ke rumah mereka setelah pertunangan tapi itu hanyalah isapan jempol belaka.




Lama kelamaan Arisa mulai tak ada kabar. Ia diketahui pergi meninggalkan Moontham bersama dengan uang yang telah ia berikan.

Meski merasa sakit hati, Moontham kemudian mengajukan laporan ke polisi setempat. Kabarnya, polisi kini tengah berusaha untuk menemukan keberadaan Arisa dan berbicara kepada ibunya untuk memfasilitasi penyelidikan.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sibuk main HP, wanita ini suruh anaknya pipis di mangkuk restoran

Sungguh bikin malu dan tak patut untuk ditiru!


Brilio.net - Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan pikiran, sudah seharusnya kita selalu mempraktikkan asas-asas kesopanan saat berada di tempat umum. Begitu pula yang seharusnya dilakukan oleh seorang ibu dari Beijing, China ini. 

Baru-baru ini sosoknya mendadak ramai jadi perbincangan warganet di situs Weibo. Pasalnya ia melakukan sesuatu yang tak sopan di tempat umum.

Dikutip brilio.net dari worldofbuzz, ibu yang tak diketahui identitasnya tersebut terlihat sedang berada di sebuah restoran bersama anak laki-lakinya. Sang ibu kemudian melakukan sesuatu yang sangat menjijikkan dan tidak higienis saat anaknya mengatakan padanya ingin pergi ke toilet.

Bukannya pergi mengantar sang anak ke toilet, ibu itu malah menyuruh anaknya untuk buang air kecil ke dalam mangkuk sup yang mereka miliki dari atas meja. Sementara apa yang dilakukan sang ibu? Sibuk bermain ponsel!



Pengunjung restoran yang melihat perilaku si ibu merasa terganggu dan sampai ada yang menegurnya. Tapi dia malah memiliki keberanian untuk menjawab keluhan pengunjung.

"Tidak masalah karena restoran akan mencuci mangkuknya," jawab ibu berkacamata itu.

Setelah ibu tersebut pergi meninggalkan restoran, salah satu staf di restoran yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun mengatakan bahwa kejadian ini adalah yang pertama kalinya mereka alami. Mereka tak mengerti alasan apa yang dipikirkan pelanggannya. Pihak restoran mengatakan bahwa, mereka memutuskan untuk membuang semua peralatan makan yang digunakan oleh sang ibu dan anaknya.

"Kami benar-benar tidak mengerti mengapa pelanggan tidak membawa anaknya ke toilet. Kami memiliki fasilitas kamar kecil di setiap tingkat untuk kenyamanan pelanggan," kata salah satu staf restoran itu.

Tak hanya staf restoran yang merasa heran, warganet pun sangat marah dan sangat jijik terhadap perilaku ibu yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Perilaku yang orangtua tunjukkan adalah apa yang akan anak pelajari," ujar seorang warganet.